Indonesia Women Fest Gelar Women Social Club “Page & Picnic”, Sesi Journaling dalam Suasana Piknik
14 Sep 2026
Indonesia Women Fest mulai membuka rangkaian kegiatan menuju penyelenggaraan Indonesia Women Fest 2027.
Kali ini, rangkaian pre-event tersebut diawali dengan Women Social Club “Page & Picnic” yang digelar di Taman Anggrek, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Mengusung tema “Unfolding Dreams through Mindful Journaling”, acara ini menghadirkan sesi reflektif dalam suasana piknik yang diikuti oleh 35 peserta.
Selama kurang lebih dua jam, peserta diajak mengambil jeda dari kesibukan sehari-hari untuk mengenali kembali diri mereka di luar berbagai peran dan ekspektasi.
Acara dimulai dengan registrasi dan pembagian goodie bag. Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti permainan serta ice breaking sebelum memasuki sesi utama berupa journaling dan berbagi cerita.
Sesi tersebut dipandu oleh Hanun, Founder Klub Journaling Bersama, yang bertindak sebagai Session Facilitator.
Melalui beberapa pertanyaan reflektif, peserta diajak melihat kembali perasaan, keinginan, serta hal-hal yang mereka anggap berarti.
Menurut Hanun, journaling dapat menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri. Meski begitu, kegiatan tersebut tidak harus dilakukan setiap hari atau mengikuti aturan tertentu.
“Journaling sebenarnya bukan kegiatan yang wajib. Konsisten atau tidak konsisten juga tidak apa-apa. Menurut aku, journaling merupakan salah satu bentuk ekspresi diri,” ujar Hanun.
Ia menjelaskan bahwa journaling juga tidak selalu identik dengan menulis panjang mengenai pengalaman atau perasaan.
Ada berbagai bentuk journaling yang dapat dipilih sesuai dengan minat masing-masing.
Selain menulis kegiatan sehari-hari, seseorang dapat membuat junk journal atau scrapbook untuk menyimpan kenangan dari perjalanan maupun kegiatan tertentu.
Journaling juga dapat dilakukan melalui gambar, doodle, atau bullet journal yang digunakan untuk mencatat aktivitas dan menyusun rencana.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, setiap orang dapat menemukan cara journaling yang paling nyaman untuk dirinya.
“Melalui journaling, kamu bisa mengenal diri sendiri, merasakan, dan menumpahkan isi kepala. Menurut aku, itu bisa membuat kita lebih tenang dan positif dalam menjalani hari,” jelasnya.
Tak Harus Sempurna untuk Memulai
Tampilan jurnal yang penuh warna dan dekorasi terkadang membuat sebagian orang merasa perlu menyiapkan banyak perlengkapan sebelum memulai.
Padahal, menurut Hanun, tidak ada aturan khusus yang menentukan seperti apa jurnal yang baik.
Dekorasi bersifat sebagai pemanis dan dapat digunakan apabila membuat proses journaling terasa lebih menyenangkan.
“Aturan pertama dalam journaling adalah tidak ada aturan. Tidak harus punya dekorasi. Kalau hanya punya buku dan pulpen, itu sudah cukup bagus untuk mulai journaling,” katanya.
Hal terpenting adalah keberanian untuk memulai dan mengenali tujuan melakukan journaling.
Kegiatan ini dapat dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali, atau ketika seseorang membutuhkan ruang untuk menuangkan pikirannya.
“Tidak perlu sempurna untuk memulai sesuatu. Yang penting, mulai dahulu,” lanjut Hanun.
Bagi orang yang baru mencoba, journaling dapat dimulai dengan pertanyaan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan antara lain, “Apa kabar aku hari ini?”, “Hal apa yang aku sukai hari ini?”, “Apa yang sedang memberatkan pikiranku?”, serta “Afirmasi apa yang ingin kusampaikan kepada diri sendiri?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang merefleksikan hari yang telah dilalui sekaligus mengenali kondisi dirinya.
Menghias Jurnal Bersama
Dalam sesi Women Social Club “Page & Picnic”, peserta tidak hanya menuliskan hasil refleksi, tetapi juga dapat mengekspresikannya melalui berbagai elemen visual.
Joytop Indonesia turut mendukung kegiatan dengan menyediakan alat tulis kreatif yang digunakan langsung oleh peserta, mulai dari washi tape, stiker, hingga pulpen.
Kehadiran perlengkapan tersebut membuat peserta dapat menghias jurnal sesuai dengan selera dan cerita yang ingin mereka tuangkan.
Sesi journaling juga didukung oleh SUN Indonesia dan TRINKATH sebagai Partner Journaling Supplies.
SUN Indonesia menyediakan paper puncher dan hot foil pen, sedangkan TRINKATH menghadirkan berbagai perlengkapan journaling.
Peserta juga memanfaatkan majalah Bobo sebagai bahan kreatif untuk menghias jurnal. Sementara itu, Kopi Kenangan dan Joytop Indonesia hadir sebagai pihak yang mendukung berlangsungnya kegiatan.
Bagi Hanun, kegiatan journaling bersama tidak hanya menjadi ruang untuk mengekspresikan diri.
Pertemuan tersebut juga membuka kesempatan untuk membangun koneksi dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
“Setiap mengikuti kegiatan journaling, aku merasa energiku kembali terisi. Bertemu orang-orang dengan hobi dan tujuan yang sama menjadi pengalaman yang sangat berarti,” ungkapnya.
Meski mengaku sebagai seorang introver, Hanun tetap merasakan energi positif ketika bertemu dengan peserta lain dalam kegiatan journaling bersama.
Pengalaman serupa dirasakan oleh salah satu peserta, La Rose. Ini merupakan kali pertamanya mengikuti kegiatan journaling bersama seperti Women Social Club “Page & Picnic”.
“Seru banget karena ini pertama kalinya aku mengikuti acara seperti ini. Aku juga bisa bertemu dengan teman-teman baru,” ujar La Rose.
Ia pun mengajak perempuan lain untuk mengikuti rangkaian kegiatan Indonesia Women Fest berikutnya.
“Buat yang belum pernah mengikuti acara seperti ini, kalian harus datang ke Indonesia Women Fest. Semoga Indonesia Women Fest 2027 sukses dan semakin ramai,” lanjutnya.
Women Social Club “Page & Picnic” kemudian ditutup dengan pengisian survei dan sesi foto bersama. Para peserta juga menyampaikan ajakan untuk kembali bertemu dalam penyelenggaraan Indonesia Women Fest 2027.
Indonesia Women Fest 2027 akan digelar pada 28–30 Mei 2027 di ICE BSD City, Tangerang.