Lemari sudah penuh, tapi tetap merasa tidak punya baju untuk dipakai keluar rumah.
Pengalaman tersebut pasti sudah tidak familiar di benak kaum hawa, terutama bagi mereka yang gemar membeli baju karena mengikuti tren.
Alih-alih menambah koleksi yang bisa digunakan sehari-hari, kebiasaan ini justru membuat banyak pakaian berakhir nganggur, tanpa benar-benar terpakai.
Bagi kamu yang gemar berburu outfit yang sedang tren, membeli baju tentu bukan hal yang salah.
Namun, ada baiknya tidak hanya mempertimbangkan faktor “lucu” atau menarik secara visual, tetapi juga melihat apakah pakaian tersebut sesuai dengan karakter diri dan kebutuhan sehari-hari.
Dengan begitu, setiap item yang dibeli tidak hanya sekadar menambah koleksi, tetapi juga benar-benar bisa digunakan dalam berbagai kesempatan.
Cara memilih outfit agar lebih terpakai
Agar tidak lagi membeli pakaian yang hanya dipakai sekali dua kali, ada beberapa hal yang bisa mulai diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli. Berikut daftarnya.
1. Sesuaikan dengan rutinitas
Sebelum membeli, ada baiknya kembali melihat aktivitas yang paling sering dilakukan.
Apakah lebih banyak beraktivitas di kantor, kuliah, atau justru mobile ke berbagai tempat. Dari situ, pilihan outfit bisa lebih terarah.
2. Pilih item yang mudah di-mix and match
Memilih potongan yang sederhana dan mudah dipadukan juga bisa membantu.
Pakaian dengan desain yang terlalu spesifik seperti dress dengan payet biasanya hanya cocok untuk satu kesempatan, sementara yang lebih fleksibel cenderung lebih sering dipakai.
Sebagai contoh, kemeja putih, celana bahan berwarna netral, atau outer sederhana akan lebih mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan, mulai bekerja, hangout, hingga acara semi formal.
Warna netral seperti hitam, putih, atau warna bumi juga biasanya lebih fleksibel untuk berbagai kombinasi.
3. Perhatikan kenyamanan bahan
Bahan yang nyaman akan lebih sering dipakai, terutama untuk aktivitas dengan durasi panjang.
Bahan yang nyaman akan lebih sering dipakai, terutama untuk aktivitas dengan durasi panjang.
Misalnya, material seperti katun atau linen yang ringan dan menyerap keringat cenderung lebih cocok untuk kegiatan sehari-hari, dibandingkan bahan poliester atau nilon yang terasa panas atau kaku saat digunakan.
4. Mencari inspirasi yang lebih dekat dengan realita
Selain dari media sosial, inspirasi gaya juga bisa datang dari dunia nyata. Melihat bagaimana orang lain memadukan outfit dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi referensi yang lebih relevan dan aplikatif.
Untuk kamu yang ingin mencari berbagai informasi mix and match atau referensi fashion yang aplikatif, Indonesia Women Fest bisa menjadi salah satu ruang untuk melihat langsung beragam gaya yang lebih dekat dengan keseharian.
Di sini, pengunjung tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga bisa melihat bagaimana tren diterapkan oleh brand maupun kreator dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa menemukan berbagai aktivitas menarik, mulai dari workshop, sesi interaktif, hingga pengalaman langsung yang membantu memahami cara memadukan outfit agar lebih relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Yuk, datang ke Indonesia Women Fest pada 29 - 31 Mei 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Acara ini digelar secara cuma-cuma alias gratis! See you at Indonesia Women Fest 2026!