Back to Index

Kesehatan

Journaling hingga Square Breathing, Cara Meredakan Cemas yang Datang Tiba-tiba



Rasa cemas kerap muncul tanpa aba-aba. Saat sedang beraktivitas, pikiran bisatiba-tiba dipenuhi kekhawatiran, napas terasa pendek, dan tubuh menjadi tegang. 

Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik. Kecemasan yang datang mendadak sering kali dipicu oleh penumpukan pikiran, tekanan emosional, atau respons tubuh terhadap stres yang belum disadari.

Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini perlu dikelola agar tidak mengganggu aktivitas dan kesejahteraan mental. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

  1. 1. Menulis untuk merapikan pikiran
Journaling menjadi salah satu langkah awal yang bisa dilakukan. Teknik ini dilakukan dengan menuliskan apa pun yang sedang dipikirkan tanpa perlu menyusunnya secara rapi atau logis. 

Tujuannya bukan menghasilkan tulisan yang baik, melainkan memberi ruang bagi pikiran untuk keluar. Proses ini membantu pikiran terasa lebih ringan dan emosi menjadi lebih terkendali.

  1. 2. Mengatur napas dengan square breathing
Square breathing menjadi teknik pernapasan yang kerap digunakan untuk menenangkan sistem saraf. Caranya:

  • - Tarik napas selama empat hitungan
  • - Tahan selama empat hitungan
  • - Hembuskan napas selama empat hitungan
  • - Tahan kembali selama empat hitungan sebelum menarik napas berikutnya

Lakukan pola ini berulang selama beberapa menit. Ritme napas yang teratur membantu tubuh kembali ke kondisi yang lebih stabil.

  1. 3. Melakukan grounding
Grounding bertujuan mengembalikan fokus ke momen saat ini. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah metode 5-4-3-2-1. 
  • 5. Sebutkan lima hal yang bisa dilihat
  • 4. Empat hal yang bisa dirasakan oleh tubuh
  • 3. Tiga hal yang bisa didengar
  • 2. Dua hal yang bisa dicium
  • 1. Satu hal yang bisa dirasakan di lidah

  1. 4. Mengenali pemicu dan memberi jeda
Penting untuk mengenali pemicu kecemasan yang sering muncul. Pemicu bisa berupa situasi tertentu, pola pikir, atau kelelahan fisik dan mental. 

Memberi jeda pada diri sendiri juga menjadi bagian penting dalam mengelola emosi. Menghentikan sejenak aktivitas, menarik napas, atau sekadar duduk diam beberapa menit dapat membantu mencegah kecemasan berkembang lebih jauh.

Pada akhirnya, meredakan cemas yang datang tiba-tiba tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Dengan mengenali sinyal tubuh dan memberi ruang untuk menenangkan diri, emosi dapat dikelola dengan lebih baik.

Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberi dampak positif bagi kesehatan mental dalam jangka panjang.