Siapa bilang jadi ibu harus selalu sempurna? Women Gengs yang datang ke acara “Women Go To Community Kawan Puan & Sahabat Nova: ‘Momspiration Day’” justru sepakat, menjadi perempuan dan ibu adalah bagian dari proses bertumbuh tanpa harus menuntut diri untuk selalu sempurna.
Untuk diketahui, acara Women Go To Community kali ini diselenggarakan di T-Space Bintaro, Tangerang Selatan, pada Minggu (14/12/2025). Acara ini diramaikan oleh komunitas Kawan Puan dan Sahabat Nova, yang mayoritas merupakan perempuan aktif sekaligus menjalani peran sebagai ibu.
Kegiatan di Momspiration Day dibuka dengan sesi talkshow berjudul “What Women Want: Rasa Aman, Kesehatan Terjaga dan Kendali atas Masa Depan”. Dipandu oleh Certified Financial Planner and Chief Partnership Distribution Officer Great Eastern Life Indonesia, Wieke Yunita, sesi ini “membuka mata” soal realita finansial perempuan yang sering luput dibicarakan.
Wieke mengingatkan bahwa perempuan memiliki tantangan unik. Usia harapan hidup perempuan lebih panjang, tetapi di sisi lain, perempuan lebih rentan terhadap penyakit kronis.
“Kita itu rentan sakit, mulai dari kanker payudara sampai kanker serviks. Tapi, umur kita cenderung panjang. Artinya tantangan kita ada dua, yaitu bagaimana cara kita jaga kesehatan, dan bagaimana cara kita jaga keuangan supaya cukup sampai hidup panjang itu,” ujarnya.
Faktanya, kata Wieke, setiap satu jam, dua perempuan Indonesia meninggal karena kanker payudara. Oleh karena itu, Wieke menekankan pentingnya proteksi kesehatan sebagai fondasi utama dalam pengelolaan keuangan perempuan.
Tak hanya soal kesehatan, Wieke juga mengajak peserta lebih sadar akan isu hak waris, pajak, hingga kesiapan pensiun. Menurutnya, banyak perempuan hidup sepenuhnya untuk keluarga, tetapi belum tentu memiliki perlindungan finansial yang memadai ketika menghadapi risiko hidup.
“Anda harus siap secara ekonomi, secara warisnya juga harus siap. Pastikan ada bagian untuk Anda,” tegasnya.
Terkait pajak, Wieke mengingatkan bahwa meski penerapan NPWP bersama suami-istri lebih efisien, perempuan tetap perlu tahu detail penghasilan dan kewajiban pajak keluarga.
“Sebagai perempuan, Anda tidak bisa tutup mata terhadap keuangan suami dan pelaporan pajak. Karena saat digabung, tak hanya penghasilan, tetapi utang pun menjadi milik bersama. Jangan sampai suami Anda mewariskan utang ketika dia meninggal dunia,” jelas Wieke.
Masuk ke topik pensiun, Wieke membagikan fakta bahwa delapan dari sepuluh orang Indonesia belum siap pensiun. Ia pun mengenalkan konsep Wealth Management Dynamic, yang terdiri dari Wealth Protection, Wealth Accumulation, dan Wealth Distribution.
Menurut Wieke, proteksi adalah dasar terpenting. Bukan hanya soal asuransi sakit, melainkan juga perlindungan terhadap utang dan aset.
Sebagai penutup, Wieke juga memperkenalkan beberapa solusi dari Great Eastern Life Indonesia, mulai dari perlindungan penyakit kritis seperti Great Critical Extra (GCE), hingga produk akumulasi untuk pendidikan anak dan persiapan masa pensiun, baik dalam rupiah maupun dollar AS.
“Proteksi itu bukan cuma soal asuransi, tapi bagaimana kita memastikan, kalau sesuatu terjadi pada kita, keluarga tetap aman secara finansial,” ujar Wieke.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk dan perencanaan keuangan, Women Gengs dapat mengunjungi portal Go GREAT! dari Great Eastern Indonesia.
Lepas rasa ‘mom guilt’ lewat journaling
Di sesi kedua, komunitas Kawan Puan dan Sahabat Nova mengikuti journaling workshop dari Halodoc bertajuk “Goodbye Mom Guilt: Kekuatan Journaling untuk Imperfect Mom” bersama Mitra Psikolog Halodoc Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog Klinis.
Miki menjelaskan bahwa journaling bukan sekadar menulis, tapi wadah ekspresi emosi yang sehat, sarana untuk mengenali kondisi diri, sekaligus langkah awal menuju self-compassion.
“Journaling pun bisa dilakukan dengan media apapun yang dirasa nyaman untuk kita. Bisa pakai buku tulis, catatan di ponsel, atau bahkan menggunakan iPad dan laptop,” kata Miki.
Dalam menulis jurnal, Miki memperkenalkan dua pendekatan, yaitu current happened dan good things journal.
Current happened journal untuk menuliskan kejadian yang dialami belakangan ini, baik yang menyenangkan maupun tidak. Dari catatan itu, perempuan bisa mengenali momen yang memicu rasa bersalah sebagai ibu (mom guilt), lalu melepaskannya secara perlahan.
Sedangkan good things journal dilakukan dengan menuliskan hal-hal baik yang patut disyukuri. Setelah menyadari bahwa kita sedang tidak baik-baik saja, langkah ini membantu membangun kembali motivasi dan energi positif.
“Kalau sulit merangkai kata, boleh ditulis dalam bentuk poin. Menulis itu proses dan perlu dilatih pelan-pelan,” ujar Miki.
Miki juga menekankan bahwa journaling bisa menjadi alternatif yang efisien ketika perempuan tidak punya waktu atau partner untuk bercerita.
“Journaling bisa membuka ruang bagi diri sendiri, terutama saat kita butuh didengar, tapi belum siap atau belum sempat berbagi dengan orang lain,” kata Miki.
Miki pun menekankan bahwa proses berdamai dengan diri sendiri juga perlu dibarengi dengan kemampuan membangun boundaries yang sehat, termasuk dalam mengonsumsi konten di media sosial.
Miki mengingatkan bahwa media sosial kerap menampilkan sisi yang terlihat sempurna, tetapi belum tentu mencerminkan keseluruhan realita.
“Di media sosial, kita sering melihat hal-hal yang mulus dan menyenangkan. Itu bisa jadi edukasi, tapi bisa juga sekadar hiburan. Karena itu, penting untuk mengambil yang realistis menurut diri sendiri, dan meninggalkan yang tidak,” jelas Miki.
Ruang aman untuk perempuan bertumbuh
Setelah membahas pentingnya proteksi masa depan sekaligus kesehatan mental, Momspiration Day menghadirkan satu benang merah yang sama, yaitu perempuan perlu ruang aman untuk memahami diri, mengambil jeda, dan merencanakan hidup dengan lebih bijak.
Kegiatan Momspiration Day bersama Indonesia Women Fest kali ini pun didukung oleh berbagai pihak seperti Great Eastern, Halodoc, Geut by Dr. T, Wiselie, Deorex, Herbadrink, dan Konicare Indonesia.
Acara ini mengingatkan Women Gengs bahwa menjaga diri, baik secara mental, fisik, maupun finansial, merupakan hal penting agar perempuan tetap bisa hadir dalam berbagai peran yang mereka jalani.